Seorang pebisnis handal pastilah memiliki partner yang baik. Karena itu, disetiap hubungan dengan partner, aq selalu menjaga hubungan baik. Terutama bila dikecewakan. Kalo dikecewakan kenapa harus tetap menjalin hubungan baik? Karena suatu saat nanti (tanpa diketahui), bisa-bisa memakai jasa dia kembali...
Berulang kali kecewa itu pernah datang...tapi sebisa mungkin semuanya bisa diselesaikan dengan baik. Ketidakpuasan itu sudah biasa terjadi. Kalau ingin puas kerjakan saja semua sendiri yang akan berujung kerepotan...:p Malah-malah kerjaan makin ga beres karena dikerjakan sendiri...
Setiap pekerjaan yang mungkin hasilnya kurang baik, secepatnya aq selesaikan dengan partnerku, tidak menunggu waktu berlarut-larut. Apabila memang sudah sangat mengecewakan dan tidak bisa ada ujungnya, tetap menjaga hubungan baik. Meskipun next project berikutnya tidak memakai jasanya. Jangan menunggu sampai bulan depan bahkan taun depan. Udah basi. Masalah yang semestinya bisa diselesaikan malah tidak selesai dan berujung kedua belah pihak menjadi sakit hati. Sakit hati lebih susah daripada sakit gigi. Sakit gigi bisa ke dokter, sakit hati susah sembuhnya!
Partner yang sakit hati, bisa punya doa yang tidak pernah dibayangkan. Meskipun mungkin ini kesalahan dari dia. Tetapi apabila tidak diselesaikan dengan baik, bisa celaka. Sakit hati bisa berujung doa yang jelek. Yang berakibat sepi job...amit-amit *ngetok meja 10x* lho betul itu...Namanya jg org sebal, masa mau doa bagus? Mungkin begitu pun kalau misal dari pihak qta yang ikut sebal, doain mantan partner jelek-jelek. Daripada doa in yg jelek-jelek, harusnya sikap yang dilakuin adalah pendewasaan diri menghadapi kekecewaan.
Biarkan partner yang bikin kecewa makin sukses. Kenapa? Biar dia belajar dari kesalahan yang ada, nanti kalau banyak job jadi banyak pengalaman, banyak pengalaman berakibat kerjaannya makin baik. Nah nanti kalo udah bagus, berhubung dulu udah selesai dengan baik-baik, skarang bisa pake dia lg....hehehe....sapa tau dpt potongan hrg...:p
Intinya segala bisnis pasti ada resiko. Kecewa itu uda biasa, yang ngga biasa bagaimana menghadapinya sehingga hubungan bisnis bisa berjalan dengan baik.




0 comments:
Post a Comment